Tuesday, February 4, 2025

BAB 2: Landasan Teori Pengajaran

 

Teori Belajar Behaviorisme, Konstruktivisme, dan Humanisme

Teori Belajar Behaviorisme

Teori belajar behaviorisme berfokus pada pengamatan perilaku yang dapat diukur dan terlihat. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip bahwa pembelajaran terjadi sebagai respons terhadap rangsangan dari lingkungan. Tokoh utama dalam teori ini termasuk John B. Watson, Ivan Pavlov, dan B.F. Skinner. Watson mempelopori behaviorisme dengan keyakinan bahwa semua perilaku dapat dijelaskan melalui pengalaman yang diperoleh dari lingkungan (Watson, 1913). Pavlov terkenal dengan eksperimen klasiknya tentang pengondisian klasik, di mana ia menunjukkan bagaimana perilaku dapat dipelajari melalui asosiasi antara stimulus dan respons (Pavlov, 1927). Skinner mengembangkan konsep pengondisian operan, yang menekankan pentingnya penguatan dan hukuman dalam pembentukan perilaku (Skinner, 1953).

Ciri utama teori behaviorisme adalah penggunaan penguatan positif dan negatif untuk membentuk perilaku. Dalam pendidikan, guru yang menerapkan prinsip behaviorisme akan menggunakan penghargaan, pujian, atau hukuman untuk mendorong siswa agar mempelajari perilaku yang diinginkan.

Teori Belajar Konstruktivisme

Teori konstruktivisme menekankan bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana siswa membangun pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Jean Piaget dan Lev Vygotsky adalah tokoh utama dalam teori ini. Piaget berfokus pada bagaimana individu berkembang melalui tahap-tahap kognitif, sementara Vygotsky menekankan peran interaksi sosial dan budaya dalam pembelajaran (Piaget, 1970; Vygotsky, 1978).

Menurut konstruktivisme, siswa bukanlah penerima pasif informasi tetapi pencipta aktif dari makna. Pembelajaran terjadi ketika siswa mengintegrasikan pengetahuan baru dengan skema pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Vygotsky memperkenalkan konsep zona perkembangan proksimal (ZPD), yaitu jarak antara apa yang dapat dilakukan siswa secara mandiri dan apa yang dapat mereka capai dengan bantuan orang lain yang lebih ahli.

Dalam konteks pendidikan, teori konstruktivisme mendukung pendekatan pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan penggunaan pengalaman nyata untuk membangun pemahaman siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator yang membantu siswa menemukan makna dari apa yang mereka pelajari.

Teori Belajar Humanisme

Humanisme menekankan pentingnya potensi individu, kebebasan, dan pertumbuhan pribadi dalam proses belajar. Teori ini dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Carl Rogers dan Abraham Maslow. Rogers menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan tidak menghakimi, sementara Maslow mengembangkan hierarki kebutuhan yang menunjukkan bagaimana kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi sebelum individu dapat mencapai potensi penuh mereka (Maslow, 1943; Rogers, 1969).

Dalam pendekatan humanisme, pembelajaran dipandang sebagai proses holistik yang melibatkan aspek kognitif, emosional, dan sosial. Guru yang mengadopsi teori ini berfokus pada menciptakan hubungan positif dengan siswa, memberikan dukungan emosional, dan menghormati kebutuhan serta aspirasi individu siswa.

Implikasi Teori Belajar terhadap Strategi Pengajaran

Implikasi Teori Behaviorisme

Teori behaviorisme memiliki sejumlah implikasi dalam strategi pengajaran, antara lain:

1.      Penggunaan Penguatan dan Hukuman Guru dapat menggunakan penguatan positif, seperti penghargaan atau pujian, untuk memperkuat perilaku yang diinginkan. Sebaliknya, hukuman dapat digunakan untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan.

2.      Latihan dan Pengulangan Dalam pendekatan behaviorisme, pembelajaran terjadi melalui pengulangan. Guru dapat menggunakan teknik latihan berulang untuk memastikan siswa menguasai keterampilan tertentu.

3.      Instruksi Langsung Pendekatan ini mendukung penggunaan instruksi langsung, di mana guru memberikan petunjuk yang jelas dan terstruktur kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Implikasi Teori Konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme menawarkan berbagai strategi pengajaran yang mendukung pembelajaran aktif dan partisipatif, seperti:

1.      Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) Siswa terlibat dalam proyek yang relevan dengan kehidupan nyata, memungkinkan mereka untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung.

2.      Kolaborasi dan Diskusi Kelompok Guru dapat mendorong siswa untuk bekerja sama dalam kelompok, berbagi ide, dan membangun pemahaman bersama.

3.      Pembelajaran Kontekstual Pengetahuan baru diajarkan dalam konteks yang bermakna bagi siswa, sehingga mereka dapat melihat relevansi materi dengan kehidupan mereka.

Implikasi Teori Humanisme

Teori humanisme menekankan pentingnya mendukung perkembangan holistik siswa. Strategi pengajaran yang sesuai dengan pendekatan ini meliputi:

1.      Pemberdayaan Siswa Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

2.      Lingkungan Belajar yang Mendukung Guru menciptakan suasana belajar yang hangat, menghormati perbedaan individu, dan memberikan dukungan emosional.

3.      Pengembangan Potensi Diri Fokus pada membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi unik mereka melalui pendekatan yang berpusat pada siswa.

Kesimpulan

Teori belajar behaviorisme, konstruktivisme, dan humanisme memberikan kerangka konseptual yang berbeda namun saling melengkapi dalam memahami proses pembelajaran. Implikasi dari teori-teori ini terhadap strategi pengajaran memungkinkan pendidik untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, tujuan pembelajaran, dan konteks pengajaran. Dengan memahami dan mengintegrasikan elemen-elemen dari ketiga teori ini, pendidik dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan bermakna bagi siswa.

Referensi

·         Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7-74.

·         Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370-396.

·         Pavlov, I. P. (1927). Conditioned Reflexes: An Investigation of the Physiological Activity of the Cerebral Cortex. Oxford University Press.

·         Piaget, J. (1970). The Science of Education and the Psychology of the Child. Viking Press.

·         Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn: A view of what education might become. Charles Merrill.

·         Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. Macmillan.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

No comments:

Post a Comment

Gini Cara Bikin Konten Edukasi di YouTube & TikTok yang Anti Boring, Auto Viral!

  Halo, Teman-teman Ruang Guru! Ketemu lagi di blog yang selalu ngasih sudut pandang fresh buat urusan belajar. Kali ini, kita bakal ngomo...