Halo, teman-teman Ruang Guru! Kita ketemu lagi nih. Kali ini, gue mau ajak kalian ngobrolin sesuatu yang mungkin sering banget kita alami, tapi jarang banget kita sadari pengaruhnya. Pernah nggak sih, lihat temen yang nilainya jeblok terus nyerah dan bilang, "Ah, gue emang bodoh sih dari sononya," sementara ada temen lain yang malah makin semangat belajar habis dapet nilai jelek?
Atau waktu lihat ada orang yang jago
banget main gitar, terus kita mikir, "Wih, dia emang berbakat ya.
Pasti dari lahir udah jago."
Nah, menurut kalian, apa yang bikin
reaksi dua orang itu bisa beda banget? Jawabannya ada di MINDSET—cara
pikiran kita memandang diri sendiri dan dunia sekitar. Dan hari ini, kita bakal
bahas dua tipe mindset yang bakal bikin lo ngelus-ngelus dagu sambil
bilang, "Oh, iya juga ya!"
Yuk, kenalan sama Fixed Mindset dan Growth
Mindset!

Koleksi Buku Terlengkap di Toko Buku Kami | CV. Cemerlang Publishing
| Koleksi Buku Terlengkap di Toko Buku Kami | CV. Cemerlang Publishing |
Part 1: Kenalin, Si
Fixed Mindset – "Ah, Gue emang Dari Sononya Gitu!"
Bayangin ada orang yang punya suara
kecil di kepalanya yang suka banget bisik-bisik hal kayak gini:
·
"Gue tuh nggak jago matematika. Mau
belajar susah payah kayak gimana juga percuma."
·
"Duh, malu banget gue dapat nilai
C. Semua orang bakal ngira gue bodoh."
·
"Untuk apa nyoba hal baru? Capek,
nanti juga gagal."
·
"Dia sih bisa karena emang udah
berbakat. Gue mah mana bisa."
Ini nih ciri-ciri orang yang punya Fixed
Mindset. Mereka percaya bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan itu
udah ditetapkan dari lahir. Nggak bisa diubah. Kaya udah ada
"takdir" yang nentuin seberapa pinter dan suksesnya mereka.
Akibatnya gimana?
1. Takut Sama Tantangan: Soal susah? Hindari! Projek baru?
Nggak mau! Soalnya buat mereka, tantangan itu cuma kesempatan buat
mempermalukan diri sendiri. Kalau gagal, artinya mereka "memang
bodoh".
2. Gampang Nyerah: Begitu ketemu kesulitan, langsung
angkat tangan. "Udah, gue emang bukan orang yang cocok buat ini."
3. Menganggap Usaha Itu Nggak Berguna: Buat mereka, orang yang pinter itu
nggak perlu usaha. Kalau lo harus belajar mati-matian buat dapet nilai bagus,
artinya lo emang nggak cukup pinter.
4. Ignore Kritik & Feedback: Dikasiih masukan malah
tersinggung. Mereka anggap kritik itu sebagai serangan terhadap pribadi mereka,
bukan kesempatan buat perbaiki diri.
5. Merasa Terancam dengan Kesuksesan Orang Lain: Lihat temen
ranking satu? Pasti dia curang atau cuma lagi beruntung. Mereka nggak bisa
seneng sama kesuksesan orang lain.
Pokoknya, hidup si Fixed Mindset ini
penuh dengan pembenaran dan rasa takut. Serem kan?
Part 2: Sekarang,
Kenalin Si Growth Mindset – "Wah, Gue Bisa Belajar Ini Nih!"
Nah, sekarang bayangin orang yang punya
suara kecil yang beda banget:
·
"Matematika emang susah sih, tapi
gue yakin kalau gue belajar lebih giat, pasti bisa ngertiin."
·
"Nilai C? Oke, berarti gue harus
evaluasi di bagian mana yang masih lemah. Guru pasti bisa kasih saran."
·
"Ayo coba ikut lomba debat! Seru,
bisa belajar public speaking. Kalah? Nggak papa, yang penting pengalaman."
·
"Wih, dia jago banget nggambar. Gue
penasaran gimana caranya dia belajar, ya?"
Inilah Growth Mindset.
Mereka percaya bahwa kecerdasan dan bakat itu bisa dikembangkan melalui
usaha, belajar, dan kegigihan. Otak kita itu ibarat otot—bisa kita
latih dan jadi lebih kuat!
Dampaknya? Luar biasa:
1. Lapar Tantangan: Mereka justru nyari hal-hal
yang susah. Soal yang nggak bisa dikerjain? Dianggap teka-teki yang seru buat
dipecahkan.
2. Pantang Menyerah: Kegagalan cuma delay kecil, bukan
akhir. Mereka bakal coba cara lain, strategi baru, sampai berhasil.
3. Nganggap Usaha Itu Jalan Menuju Mastery: Buat mereka, usaha yang keras itu
adalah kewajiban buat mencapai keahlian. Thomas Edison aja bilang, menemuin
lampu butuh 99% perspiration (keringat) dan 1% inspiration (inspirasi).
4. Menerima Kritik dengan Lapang Dada: Masukan itu hadiah! Itu adalah
peta yang nunjukin di mana mereka harus memperbaiki diri.
5. Dapat Pelajaran & Inspirasi dari Kesuksesan Orang Lain: Lihat temen
juara kelas? "Wih, keren! Gue mau tanya dong gimana cara belajarnya."
Mereka bisa senyum tulus dan ngambil pelajaran.
Intinya, hidup si Growth Mindset itu
penuh dengan rasa penasaran dan semangat berkembang. Kayak game RPG yang seru,
di mana kita bisa naik level terus!
Part 3: "Terus,
Gue yang Mana Nih?" – Coba Cek Dulu!
Gini, gue jamin hampir semua orang punya
campuran kedua mindset ini. Mungkin di pelajaran seni gue Growth Mindset, tapi
di olahraga gue Fixed Mindset. Atau, biasanya kita berganti-ganti tergantung
situasi dan mood.
Coba deh tanya diri lo sendiri:
·
Pas dapat nilai jelek, reaksi pertama lo
apa? Nyalahin faktor luar ("gurunya killer, soalnya jeblok") atau
introspeksi diri ("wah, gue harus ubah cara belajar nih")?
·
Lo dikasih kritik pedas sama guru atau
temen. Lo bakal ngambek seharian atau mikir, "Hmm, bener juga ya, bagian
ini harus gue perbaiki"?
·
Lihat ada orang yang lebih jago, lo
merasa insecure dan iri, atau malah penasaran dan pengin belajar darinya?
Jujur aja, gue dulu banget banget tuh
Fixed Mindset-nya. Gue pikir orang yang pinter itu ya emang dari sananya
pinter. Tapi setelah gue pelajari dan coba praktikin Growth Mindset, hidup jadi
berasa lebih ringan dan progresif.
Part 4: "Gimana
Sih Caranya Ngebentuk Growth Mindset?" – Let's Train Our Brain!
Yang keren dari semua ini adalah kita
bisa mengubah mindset kita! Nggak ada kata telat. Otak kita itu
plastis, bisa dibentuk. Ini dia strategi-strategi yang bisa lo coba:
1. Sadari & Tangkapi Suara Fixed Mindset Lo:
Pas lo denger bisikan, "Ah, untuk apa coba? Nanti juga gagal," jangan
langsung ditelen. Coba sadari, "Oh, ini suara Fixed Mindset gue lagi
nyerang nih." Lalu, jawab dengan suara Growth Mindset. "Memang
susah, tapi gue bakal dapet pelajaran berharga dari proses ini."
2. Ganti Kata "Gagal" dengan "Belum":
Ini powerfull banget! Daripada bilang, "Gue nggak bisa
matematika," coba ganti jadi, "Gue belum bisa
matematika." Kata "belum" itu membuka pintu masa depan.
Artinya, suatu hari nanti, dengan usaha, lo bisa menguasainya.
3. Rayain Proses & Usaha, Bukan Cuma Hasil Akhir:
Orang tua, guru, dan kita sendiri harus belajar buat lebih menghargai usaha.
Daripada cuma bilang, "Pintar banget dapet nilai 100," coba ganti
dengan, "Keren banget usaha lo belajar sampai begadang, hasilnya
memuaskan!" Dengan gini, lo belajar bahwa usaha itu yang penting.
4. Cari Tantangan Kecil & Keluar Zona Nyaman:
Mulai dari hal kecil. Lo pemalu? Coba sapa satu orang baru seminggu sekali. Lo
nggak jago nulis? Coba bikin thread Twitter tentang hobi lo. Setiap kali lo
berhasil ngalihin tantangan, kepercayaan diri lo bakal nambah.
5. Jadikan Kegagalan Sebagai Data, Bukan Identitas:
Gue ulang lagi ya, karena ini penting. Kegagalan adalah informasi,
bukan cerminan diri lo. Misal: Gue gagal ujian. Data yang didapat:
Cara belajar gue selama ini nggak efektif. Solusi: Coba teknik pomodoro atau
belajar kelompok.
6. Banyakin Baca Kisah Orang Sukses yang Gagal Berkali-kali:
Baca tentang J.K. Rowling yang ditolak 12 penerbit sebelum Harry Potter
diterbitin. Atau Thomas Edison yang gagal ribuan kali sebelum nemuin lampu.
Mereka nggak punya "bakat ajaib". Mereka cuma punya kegigihan dan
Growth Mindset level dewa.
Kesimpulan: Mindset
Itu Bukan Cuma Kata-Kata, Tapi Pilihan Hidup
Jadi, Growth Mindset vs Fixed Mindset
itu bukan cuma teori keren. Itu adalah fondasi dari segala yang kita
lakukan—cara kita belajar, bekerja, dan menghadapi masalah.
Orang Fixed Mindset terobsesi dengan
"tampak pintar" di depan orang lain. Sedangkan orang Growth Mindset
peduli banget sama "proses jadi lebih pintar" untuk diri sendiri.
Memang lebih gampang milih untuk tetap
di Fixed Mindset. Nyaman. Nggak perlu ngeluang effort. Tapi konsekuensinya?
Kita bakal stuck di tempat yang sama, sambil ngerasa iri sama orang lain yang
melesat.
Membangun Growth Mindset itu kayak
olahraga. Awalnya berat, tapi makin sering dilatih, makin kuat dan jadi
kebiasaan. Lo nggak akan langsung jadi manusia positif yang selalu semangat.
Nggak. Tapi lo akan jadi manusia yang lebih tangguh, yang lihat tantangan
sebagai petualangan, dan kegagalan sebagai guru.
Mulai dari mana? Mulai dari hal kecil
hari ini. Mulai dari ganti kata "gue nggak bisa" jadi "gue belum bisa."
Gue yakin banget, kalian semua punya
potensi yang luar biasa. Tinggal dikasih mindset yang tepat buat meledakkannya!
Gimana? Lo lebih sering di tim Fixed
atau Growth Mindset nih? Cerita-cerita di kolom komentar, yuk! Bisa juga share
pengalaman lo waktu berhasil ngalahin suara Fixed Mindset di kepala. Siapa tau
bisa menginspirasi temen-temen yang lain!
Sampai jumpa di artikel berikutnya,
Ruang Guru - Tempatnya Para Pemberani Masa Depan.
No comments:
Post a Comment