Dalam proses menyusun skripsi,
tesis, disertasi, maupun artikel ilmiah, salah satu kesalahan yang paling
sering dilakukan oleh peneliti pemula adalah tidak mampu membedakan antara bagian
hasil (Results) dan bagian pembahasan (Discussion). Akibatnya, kedua
bagian tersebut sering berisi informasi yang sama, saling mengulang, bahkan
tercampur dalam satu paragraf.
Padahal, dalam penulisan ilmiah,
setiap bagian memiliki fungsi yang sangat berbeda. Kesalahan dalam memisahkan
hasil dan pembahasan tidak hanya membuat naskah menjadi kurang sistematis,
tetapi juga dapat mengurangi kualitas ilmiah penelitian. Tidak sedikit artikel
jurnal yang memperoleh catatan revisi dari reviewer hanya karena penulis
mencampurkan interpretasi ke dalam bagian hasil atau sebaliknya.
Lalu, sebenarnya apa perbedaan
mendasar antara hasil dan pembahasan dalam penelitian eksperimen?
Artikel ini akan mengulas secara
lengkap agar Anda tidak lagi keliru ketika menyusun laporan penelitian.
Mengapa Hasil dan Pembahasan Harus Dipisahkan?
Dalam penelitian eksperimen,
peneliti berusaha membuktikan apakah suatu perlakuan (treatment) memberikan
pengaruh terhadap variabel tertentu. Untuk menjawab pertanyaan penelitian
tersebut diperlukan dua tahapan berpikir.
Tahap pertama adalah menunjukkan
fakta berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian.
Tahap kedua adalah menjelaskan
makna dari fakta tersebut berdasarkan teori, konsep, maupun hasil
penelitian sebelumnya.
Tahap pertama ditulis pada bagian Hasil,
sedangkan tahap kedua ditulis pada bagian Pembahasan.
Sederhananya dapat diibaratkan
seperti seorang dokter.
Ketika dokter menyampaikan hasil
pemeriksaan laboratorium, ia hanya menunjukkan angka tekanan darah, kadar gula,
atau hasil rontgen. Itulah hasil.
Namun ketika dokter mulai
menjelaskan mengapa tekanan darah pasien tinggi, faktor penyebabnya, serta
bagaimana kaitannya dengan gaya hidup pasien, itulah pembahasan.
Prinsip yang sama berlaku dalam
penelitian ilmiah.
Bagian Hasil
(Results): Menjawab Pertanyaan "Apa yang Terjadi?"
Bagian hasil merupakan tempat untuk
menyajikan seluruh data penelitian secara objektif.
Pada bagian ini, peneliti hanya
menunjukkan apa yang ditemukan selama penelitian tanpa memberikan penafsiran
yang panjang.
Isi bagian hasil biasanya meliputi:
- Deskripsi data penelitian.
- Nilai rata-rata, median, standar deviasi.
- Tabel distribusi data.
- Grafik atau diagram.
- Hasil uji prasyarat (normalitas, homogenitas).
- Hasil uji hipotesis (uji-t, ANOVA, ANCOVA,
regresi, dan sebagainya).
- Nilai signifikansi (p-value).
- Nilai effect size apabila diperlukan.
Perhatikan contoh berikut.
Contoh yang
benar
Nilai rata-rata hasil belajar kelas
eksperimen sebesar 86,45, sedangkan kelas kontrol sebesar 78,30. Hasil uji
Independent Sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,012
(<0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.
Pada contoh di atas, penulis hanya
menyampaikan data.
Belum ada kalimat seperti:
- Hal ini terjadi karena...
- Penyebabnya adalah...
- Model pembelajaran tersebut mampu...
- Hasil ini membuktikan bahwa...
Kalimat-kalimat tersebut belum boleh
muncul pada bagian hasil.
Apa yang Tidak Boleh Ditulis pada Bagian Hasil?
Kesalahan yang paling sering
dilakukan mahasiswa adalah langsung memberikan interpretasi setelah menyajikan
tabel.
Contohnya seperti berikut.
Nilai rata-rata kelas eksperimen
lebih tinggi karena penggunaan model pembelajaran Project Based Learning mampu
meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kalimat tersebut sudah masuk ke
wilayah pembahasan.
Bagian hasil seharusnya berhenti
sampai penyampaian fakta.
Prinsip
Penting Menulis Bagian Hasil
Agar bagian hasil berkualitas,
perhatikan beberapa prinsip berikut.
1. Bersifat
Objektif
Penulis hanya menyampaikan data apa
adanya.
2.
Sistematis
Urutan penyajian data mengikuti
rumusan masalah atau hipotesis penelitian.
3. Didukung
Visualisasi
Gunakan tabel, grafik, maupun gambar
agar pembaca lebih mudah memahami data.
4. Tidak
Mengulang Isi Tabel
Kesalahan lain yang sering dilakukan
adalah menuliskan seluruh isi tabel ke dalam paragraf.
Misalnya tabel sudah menampilkan
rata-rata seluruh variabel, kemudian penulis kembali mengetik satu per satu
seluruh angka tersebut.
Yang benar adalah menjelaskan poin
penting dari tabel, bukan menyalinnya kembali.
Bagian
Pembahasan (Discussion): Menjawab Pertanyaan "Mengapa Itu Terjadi?"
Jika bagian hasil berisi fakta, maka
bagian pembahasan berisi penjelasan terhadap fakta tersebut.
Di sinilah kemampuan berpikir ilmiah
seorang peneliti benar-benar diuji.
Pembahasan tidak lagi sekadar
menyebutkan angka, tetapi menjelaskan makna di balik angka tersebut.
Beberapa hal yang seharusnya muncul
pada bagian pembahasan antara lain:
- Interpretasi hasil penelitian.
- Penjelasan mengapa hasil tersebut muncul.
- Keterkaitan dengan teori.
- Perbandingan dengan penelitian sebelumnya.
- Implikasi hasil penelitian.
- Kemungkinan faktor lain yang memengaruhi hasil.
- Keterbatasan penelitian.
Contoh
Pembahasan yang Baik
Misalkan hasil penelitian
menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek meningkatkan hasil belajar
siswa.
Pembahasan dapat ditulis seperti
berikut.
Peningkatan hasil belajar pada kelas
eksperimen diduga terjadi karena model Project Based Learning memberikan
kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif melalui penyelesaian proyek
nyata. Aktivitas tersebut mendorong keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran sehingga pemahaman konsep menjadi lebih baik. Temuan ini sejalan
dengan teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengetahuan dibangun melalui
pengalaman belajar yang bermakna. Selain itu, hasil penelitian ini juga mendukung
penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik.
Perhatikan bahwa pada bagian ini
tidak lagi sekadar menyebutkan nilai rata-rata.
Yang dibahas adalah alasan ilmiah
mengapa hasil tersebut dapat terjadi.
Hubungkan dengan Teori
Pembahasan yang baik selalu memiliki
landasan teori.
Misalnya penelitian membahas
motivasi belajar.
Maka penulis dapat menghubungkan
hasil penelitian dengan teori motivasi, teori belajar konstruktivisme, teori
behavioristik, atau teori lain yang relevan.
Dengan demikian pembaca memahami
bahwa hasil penelitian bukan sekadar fenomena, tetapi memiliki dasar ilmiah.
Bandingkan dengan Penelitian Sebelumnya
Pembahasan juga menjadi tempat untuk
menunjukkan posisi penelitian Anda dibandingkan penelitian terdahulu.
Ada tiga kemungkinan.
1. Hasilnya
Sejalan
Jika hasil penelitian sama dengan
penelitian sebelumnya, jelaskan kesamaan tersebut.
2. Hasilnya
Berbeda
Jika berbeda, jelaskan kemungkinan
penyebabnya.
Misalnya:
- karakteristik responden berbeda,
- lama perlakuan berbeda,
- instrumen berbeda,
- lingkungan penelitian berbeda.
3.
Memberikan Temuan Baru
Jika penelitian menghasilkan sesuatu
yang belum pernah ditemukan sebelumnya, jelaskan kontribusinya terhadap
pengembangan ilmu pengetahuan.
Kesalahan
yang Paling Sering Dilakukan Mahasiswa
Berikut beberapa kesalahan yang
sering ditemukan pada bagian hasil dan pembahasan.
Mengulang
Isi Tabel
Penulis mengetik ulang semua angka
yang sebenarnya sudah ada pada tabel.
Membahas
Sebelum Menyajikan Data
Penulis langsung menjelaskan
penyebab suatu fenomena sebelum pembaca mengetahui hasilnya.
Tidak
Menghubungkan dengan Teori
Pembahasan hanya berupa opini
pribadi tanpa dukungan teori.
Tidak
Membandingkan dengan Penelitian Terdahulu
Padahal salah satu fungsi pembahasan
adalah menunjukkan posisi penelitian terhadap penelitian sebelumnya.
Terlalu
Pendek
Pembahasan hanya terdiri atas satu
atau dua paragraf sehingga belum mampu menjelaskan makna hasil penelitian
secara mendalam.
Cara Mudah Membedakan Hasil dan Pembahasan
Apabila masih bingung, gunakan
pertanyaan sederhana berikut.
Jika kalimat tersebut menjawab:
"Apa yang ditemukan?"
maka kalimat tersebut masuk ke
bagian hasil.
Namun jika kalimat menjawab:
"Mengapa hal itu terjadi?"
atau
"Apa makna dari temuan
tersebut?"
maka kalimat tersebut termasuk pembahasan.
Cara sederhana ini sangat membantu
ketika Anda sedang menyunting naskah penelitian.
Ilustrasi Sederhana
Bayangkan Anda melakukan penelitian
tentang efektivitas media pembelajaran digital.
Bagian Hasil
- Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari
68 menjadi 87.
- Nilai signifikansi uji-t sebesar 0,001.
- Effect size termasuk kategori tinggi.
Selesai.
Bagian Pembahasan
- Mengapa media digital meningkatkan hasil belajar?
- Bagaimana media tersebut meningkatkan perhatian
siswa?
- Mengapa hasil penelitian mendukung teori
pembelajaran multimedia?
- Mengapa hasil penelitian sejalan atau berbeda
dengan penelitian sebelumnya?
- Apa implikasinya bagi guru?
Terlihat jelas bahwa kedua bagian
memiliki fungsi yang berbeda.
Tips Menulis Hasil dan Pembahasan yang Berkualitas
Agar laporan penelitian lebih mudah
dipahami dan memenuhi standar akademik, berikut beberapa tips yang dapat
diterapkan.
1. Sajikan data
terlebih dahulu, kemudian lakukan interpretasi pada bagian pembahasan.
2. Hindari
memberikan opini pribadi tanpa dukungan teori atau referensi ilmiah.
3. Gunakan
tabel dan grafik hanya untuk memperjelas informasi, bukan untuk memenuhi jumlah
halaman.
4. Hubungkan
setiap temuan dengan teori yang relevan agar pembahasan memiliki dasar ilmiah
yang kuat.
5. Bandingkan
hasil penelitian dengan penelitian terdahulu untuk menunjukkan kontribusi
penelitian Anda.
6. Jangan
mengulang kalimat yang sama pada bagian hasil dan pembahasan. Jika data sudah
disajikan pada bagian hasil, cukup rujuk kembali poin pentingnya saat membahas
maknanya.
Penutup
Memahami perbedaan antara hasil
dan pembahasan merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki setiap
peneliti. Bagian hasil berfungsi menyajikan fakta secara objektif melalui data,
tabel, grafik, dan hasil analisis statistik tanpa disertai interpretasi.
Sebaliknya, bagian pembahasan bertugas menguraikan makna dari fakta tersebut
dengan menghubungkannya pada teori, penelitian terdahulu, serta konteks yang
lebih luas.
Ketika kedua bagian ini ditulis
secara tepat, laporan penelitian akan menjadi lebih sistematis, mudah dipahami,
dan memiliki kualitas ilmiah yang lebih baik. Sebaliknya, jika hasil dan
pembahasan dicampur atau saling mengulang, pembaca akan kesulitan mengikuti
alur penelitian dan kontribusi ilmiah yang ingin disampaikan menjadi kurang
jelas.
Jadi, sebelum Anda menyelesaikan
skripsi, tesis, atau artikel ilmiah berikutnya, lakukan pemeriksaan sederhana: Apakah
bagian hasil hanya berisi fakta, dan apakah bagian pembahasan benar-benar
menjelaskan makna dari fakta tersebut? Jika jawabannya "ya",
berarti Anda telah berada di jalur yang tepat dalam menyusun karya ilmiah yang
berkualitas.
Jelajahi |
DAFTAR ISI |
No comments:
Post a Comment